Tampilkan postingan dengan label Tulisan Lepas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan Lepas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 September 2020

SAHABAT YANG BERCERAI (Based on True Strory)

 

Bismillah,

Ini adalah sedikit kisah dari sekian banyak kisah yang mungkin sama atau lebih tragis dari apa yang akan saya ceritakan. Saya memiliki seorang sahabat, periang, enerjik, dan ramah. singkatnya easy going lah. Dia menikah dengan orang yang ia cintai dan tidak dikarunia anak. Kehidupan rumah tangga berjalan dengan “biasa saja”, kedua-nya sama-sama berkarir dan itu lumrah pada kehidupan masa kini. masing-masing pasangan saling men-support satu dengan yang lainnya untuk dapat memiliki keturunan. Dengan upaya-upaya pemeriksaan kesehatan dari yang sederhana sampai yang canggih, keduanya sehat, clear tidak ada yang “menghambat”. Bahkan sahabat saya juga ”mengamalkan” obat atau suplemen tertentu yang barangkali bisa membantu kesuburan dan sebagainya.

Hingga rumah tangga berjalan sekitar enam atau tujuh tahun permasalahan-permasalahan yang agak serius mulai terjadi. Tema-tema tentang keinginan memiliki keturunan tampaknya tidak dapat terbendung hingga isu Pasangan Idaman Lain (PIL) alias selingkuhan akhirnya mencuat. Biduk rumah tangga itupun pecah, sang pasangan menikah siri dengan idamannya dan bahkan dikarunia anak. yang bikin gemas, perselingkuhan itu diawali dengan bercandaan dengan teman sepekerjaan. Lalu merasa “tertantang”. Pertengkaran tak terelakkan, bahkan diwarnai dengan KDRT. Tidak tahan, mereka pun sepakat bercerai.

Saya memahami kondisi sahabat saya, perjuangan mengembalikan kepercayaan diri tentu tidak mudah, lebih-lebih untuk membangun mental dan perasaan bahagia dalam menjalani sisa waktu kehidupan.

Qadarullah, cobaan tidak berenti sampai disini. Beberapa bulan belakangan, sahabat saya merasakan ada yang tidak beres dengan perutnya, dan melalui pemeriksaan dokter ternyata di rahimnya terdapat tumor dan kontan harus diangkat. Rasanya belum lama badai perpisahan melanda, dan sekarang harus menghadapi kenyataan untuk mengangkat tumor yang ada dirahim.

Alhamdulillah ala kulli hal. dokter berhasil mengangkat tumor yang berada di rahim, meski rahim itu tidak sempurna lagi, tapi kesempatan untuk memiliki keturunan kemungkinan masih ada. Sekarang ia masih berjuang, memoles luka dan membangun kepercayaan diri kembali. Umur-nya masih tergolong belia, namun sangat gagap bila berbicara tentang membangun hubungan kembali. Mengingat kegagalan rumah tangga dan rahim yang tak sempurna lagi. Subhanallah, dalam situasi pelik sekarang ini, karakter enerjik, periang, dan ramah tetap terpancar dari wajahnya, seolah saya melihatnya tanpa masalah, tapi entahlah didalam hatinya yang telah luruh redam.

Teruslah berprasangka baik kepada-Nya. Boleh jadi apa yang kita anggap buruk, ternyata itu baik diadapan Allah dan sebaliknya. Teruslah memantaskan diri dengan niat karena Allah, insya Allah semua akan tergantikan dengan yang terbaik. Allah sudah menyampaikan kepada kita dalam Al Quran surat Al-Insyirah ayat 5-6 "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." Yakinlah !

Rabu, 11 Desember 2019

Kajian Islam Ilmiah: Nikmatmu Kau Pergunakan Untuk Apa

Mari menuntut ilmu agama bersama Ustad Abu Zakariya Andi Hafizahullah. Catat tanggal & lokasinya ya..

Minggu, 09 Juni 2013

Freedive: It’s a big deal?

Saya lahir di pulau Kalimantan, beruntung karena di anugerahi berbagai kekayaan alam, salah satunya adalah sungai. Sungai dikalimantan besar-besar, sebut saja sungai Kapuas, tentu sudah pernah dengar kan. Sungai di kampung saya namanya sungai Melawi, lebarnya kurang lebih 800 m, airnya berarus dan berwarna cokelat. Sungai yang besar begini, biasa kami sebut dengan laut. Aktivitas yang saya sukai sejak kecil tentu saja mandi di sungai. Melompat dari atas pohon pelam, main kejar-kejaran dan main petak umpet di sungai. Untuk permainan kejar-kejaran, kemampuan yang mendukung antara lain adalah menyelam dan kecepatan beranang. Kemampuan menyelam sangat penting untuk menyergap target. Karena cukup sulit untuk menyergap apabila lawan memiliki kemampuan berenang yang cepat. Menyelam juga dapat digunakan untuk menghindar. Air sungai yang cokelat, memungkinkan kita menghilang saat menyelam. Menyelam bukan sembarang menyelam, tapi menyelam mencari tempat perlindungan atau menyelam selama-lamanya sampai yang jadi (si pengejar) pergi. Berbeda lagi kalau bermain petak umpet Kemampuan yang mendukung permainan ini adalah kamuflase dan bersembuyi. Biasanya tempat favorit untuk bersembunyi adalah di bawah jamban. Jamban adalah bangunan yang mengapung di atas sungai. jamban mengapung dengan beberapa batang kayu besar, dan di atas batang-batang kayu tersebut di susun papan sebagai lantai dan satu pondokan sebagai WC. Lebih kurangnya visualisasi jamban seperti rakit yang besar. Tidak  mudah untuk bersembuyi di batang jamban. Jarak antara batang kayu yang menopang jamban sangat rapat, belum lagi ditumbuhi lumut-lumut hijau. Gelombang yang muncul akibat kapal motor yang lewat, bisa membuat jamban bergoyang hebat. Strategi selanjutnya adalah melakukan kamuflase di antara tumbuhan semak air. Untuk melakukan kamuflase di tumbuhan semak air, kita harus meminimalkan bagian tubuh yang muncul kepermukaan. Biasanya hanya sedikit bagian kepala dan hidung untuk bernafas saja yang muncul kepermukaan. Wah seru sekali jika mengingat masa-masa itu. Tidak ada yang cidera karena aktivitas kami di sungai. paling-paling kami di pelasah (di pukul) mamak karena lupa waktu mandi di sungai sampai adzan magrib dikumandangkan.
Berbelas tahun kemudian ketika saya mengenal selam bebas pertama kali, saya teringat masa kecil saya di sungai Melawi itu. Selam bebas atau yang kini popular disebut free dive, mula-mula di adopsi dari kegiatan orang-orang kampung di pesisir laut atau sungai. Di Indonesia, yang terkenal ialah suku Bajo. Ke-bebasan dan keluguan aktivitas selam bebas inilah yang kemudian membuat para pecinta olah raga selam tertarik untuk mempelajari selam bebas. Seiring semakin populernya selam bebas, olah raga ini kian memasyarakat ke segala lapisan masyarakat.  Peralatan-peralatan selam bebas mulai bermunculan, teknik-teknik menyelam juga sangat beragam, sertifikasi pun di adakan, kompetisi-kompetisi dan mepecahan rekor pun diperlombakan, tidak ketinggalan berbagai kabar berita tentang kejadian-kejadian yang menimpa para pelaku selam bebas ketika melakukan aktivitasnya seperti  cidera sementara atau permanen biasanya pada organ telinga dan keseimbangan, sampai merenggut nyawa karena black out.

Selam bebas jadi banyak kepentingan. Kepentingan penyedia alat, tentu saja ingin alat-alatnya laku, dan konsumen dipacu untuk membeli dengan rasionalisasi alasan ini dan itu. Kepentingan pihak sertifikasi pun ingin lembanganya menjadi kredibel dan tentunya profitable, sama saja, selalu ada alasan rasioanl untuk meramaikan sertifikasi, dan tentu saja prestisius bagi yang mendapat sertifikat. Menciptakan rekor menjadi kepuasan dan sebagainya. Semua kepentingan beralasan dan tidak salah, alat memang banyak kegunaan, sertifikasi itu menunjukkan kemampuan seseorang, dan sebagainya-dan sebagainya. namun itu semua bukan menjadi jaminan mutlak. Fenomenannya adalah, seiring dengan banyaknya kepentingan-kepentingan yang menyertai aktivitas selam bebas maka semakin tinggi juga resiko yang dapat terjadi, black out dan cidera bisa menimpa siapa saja. Selam bebas kehilangan ke-bebasan dan keluguannya, kehilangan akar dan asal-usulnya. It’s a big deal. Keputusan berada pada pundak masing-masing pelaku selam bebas. Apa yang diinginkan, selam bebas dengan berbagai kepentingan ataukah merasakan bebasnya menyelam, ya.. seperti dari mana selam bebas itu berasal, dari kampung, dari tempat seperti anak-anak sungai melawi dan anak-anak suku Bajo berasal. FREE freedive !. Salam satu nafas :)

Senin, 20 Mei 2013

Free Dive dan Psikologi

Sembilan tahun saya berkecimpung di dunia Psikologi, tidak membuat saya lelah atau bosan. Selalu ada hal dan pengalaman baru yang saya dapatkan. Terlebih beberapa tahun belakangan saya mengenal dan mempelajari Transpersonal Psychology. Mempelajari Transpersonal Psychology membawa berbagai perubahan dalam hidup saya. Transpersonal Psychology bukan topik baru dalam dunia Psikologi. Abraham Maslow pada akhirnya merevisi Hierarchy of Need 11 tahun kemudian setelah ia pertama kali menyampaikan teori tersebut, Victor Frankl lolos dari neraka kamp Nazi di Auschwitz serta ada pula guru besar Psikologi dari Indonesia, Hana Djumhana Bastaman yang menterjemahkan Logotheraphy ke dalam khazanah ke-Islam-an, semua menjurus pada satu titik yaitu Tuhan. Energi terbesar Transpersonal Psychology adalah kebermaknaan hidup. Saya rasa tidak ada yang menyangkal bahwa hidup ini cuma sebatas usia apabila dijalani tanpa makna (meaningless). Transpersonal sendiri sebenarnya merupakan "petunjuk" untuk mencapai kebermaknaan hidup. Secara pribadi saya mendefinisikan, "trans" pada kondisi ambang antara kesadaran dan ketidak sadaran sedangkan yang menjadi medianya adalah (1) nafas. Misalnya dalam Sholat, Yoga, Meditasi dan sebagainya, nafas adalah salah satu cara untuk mencapai ketenangan dan kedamaian. Selanjutnya adalah (2) gerakan, dalam sholat ada yang namanya tuma'ninah  yaitu melakukan gerakan dengan tidak tergesa-gesa sehingga betul betul dapat diresapi. Begitu pula dalam Yoga, tidak ada gerakan yang dilakukan dengan tergesa-gesa, semua unsur gerakan punya efek dan makna. Yang ke (3) yaitu penyerahan diri. Menerima dan sadar bahwa kita tidak ada apa-apanya. Semua kemampuan yang kita miliki hanyalah izin dari Tuhan. Maka ketiga unsur Transpersonal Psychology ini yaitu Nafas, Gerakan, dan Penyerahan diri dalam free dive secara utuh saya maknai sebagai "Total Immersion".


Senin, 31 Desember 2012

Mukaddimah 2013

Bissmillahirahmannirrahim.
Alhamdulillah, Hari ini telah sampai pada penghujung tahun 2012. Selama satu tahun ini, kalo dipikir-pikir banyak juga lah yang udah di lewatin. Nggak juga seperti yang sempat aku pikirin (tanpa sesuatu yg berarti). Seperti Gonta-ganti judul tesis, mensupport beberapa program pemberdayaan masyarakat bersama teman teman OCB, ngajarin kirana baca doa, ngebiasain kirana nggak ASI lagi, ngajarin kirana lepas pampers, ngecat mobil, betulin genteng,  nyelesain tugas dan laporan praktek kerja profesi, sempet usaha jualan keripik CK dan sebagainya. Alhamdulillah semua berkesan, semua bahagia, semua belajar. Allah juga terus kasi sehat, kesempatan dan rejeki yang tiada tara. Tahun 2012 mungkin semakin kerasa udah nggak muda lagi.. hmm mulai sangat butuh mandiri, kuat, dan tangguh untuk hidup. Beberapa hal memang masih ada yang mengganjal ditahun 2012.. beberapa hal sepertinya tidak sreg, tidak complete, tidak ini dan tidak itu. Aku terima. Aku ikhlas, aku bersyukur..

hmmmm... huuuhhh haaaahhhh... tahun 2013. misi jangka 3 bulan adalah menyelesaikan kuliah ! terhitung mulai tanggal 1. oke. step by step. perbaikin ibadah wajib dan sunnah. udah ! habis itu mau ngapain aja insyaallah menjadi lebih bebas... bismillahirrahmanirahim. mohon dukungan Allah, dan semua keluarga serta teman-teman.. :) amin ! semangat

Senin, 27 Februari 2012

Memecat karyawan


Selamat berjumpa kembali pembaca sekalian, apa kabar?. Semoga anda selalu dalam limpahan kebaikan. Sodara pembaca yang budiman ngomong-ngomong, apakah dalam waktu dekat ini anda ingin memecat karyawan? Ya, mungkin sebagian besar pemecatan dilakukan karena kinerja karyawan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Apapun alasannya, bagaimanapun kasus-nya, selama bukan tindakan kriminal, saya rasa pemecatan karyawan tetap harus dilakukan dengan cara yang profesional. Bukan dilandasi emosi atau kekesalan karena perbuatan karyawan. Sebelum anda melakukan eksekusi, beberapa hal yang saya sampaikan berikut ini, mungkin dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Pertama, sampaikan potensi. Karyawan yang di pecat belum tentu selalu buruk. mungkin kinerjanya yang tidak maksimal disebabkan karena kepribadian, bakat dan keahliannya tidak tepat dengan pekerjaan yang sedang ia tekuni bersama usaha anda saat ini. Sampaikanlah kelebihan yang ia miliki, sekecil apapun. Karena memungkinkan karyawan tersebut untuk mengevauasi dirinya di kemudian hari. Kedua berterus terang. Apapun penyebab karyawan tersebut dipecat, usahakan sampaikan dengan jujur dan objektif. Sampaikan konteks situasi kenapa karyawan tersbut ingin anda pecat. Ketiga, sampaikan perasaan anda. Anda memecat karyawan anda, mungkin lantaran kesal dengan perilakunya. Boleh saja anda menyampaikan perasaan dan kekecewaan anda terhadap karyawan anda, namun bukan sebagai cara untuk melampiaskan kekesalan anda. Bagaimanapun, bagi karyawan, dikeluarkan dari pekerjaan bukanlah hal yang menyenangkan. Apalagi harus ditambah dengan luapan emosi anda. Hal ini dapat berdampak buruk di kemudian hari. Keempat, pertahankan silaturahmi. Mungkin sulit, tapi insya Allah tetap bisa. Mempertahankan silaturahmi memiliki banyak manfaat, setidaknya kita jadi tambah sodara. Selain itu, kita memperlihatkan citra seorang pemimpin yang baik. Terakhir, Berikan saran dan pesangon. Kehilangan pekerjaan sama saja dengan kehilangan penghasilan. Lebih-lebih jika karyawan yang anda pecat tersebut telah berkeluarga. Maka akan bertambahlah tekanan hidupnya. Jika bisa, sarankan karyawan tersebut pada pekerjaan yang lebih tepat untuknya berdasarkan pandangan anda. Jangan lupa berikan karyawan anda pesangon sesuai dengan apa yang telah ia lakukan. Walaupun kinerja-nya buruk, karyawan anda tetap lah telah berjasa. Telah berjasa membuat anda memiliki pengalaman mengenal karakter karyawan yang tidak tepat bagi usaha anda dan telah berjasa membuat anda memiliki pengalaman memecat karyawan.
Sodara pembaca sekalian. Begitulah diantaranya hal-hal yang dapat menjadi bahan pertimbangan anda saat akan memecat karyawan. Ambilah keputusan secara pasti, agar usaha anda terus maju dan berkembang. Terima kasih.

Senin, 20 Februari 2012

Motivasi Saja Tidak Cukup


Motivasi itu seperti gelombang, ada saatnya pasang dan ada saatnya surut. Ya, ada saatnya seseorang memiliki motivasi yang tinggi dan ada saatnya seseorang menurun motivasinya. Pada dasarnya, hal itu wajar adanya. Namun bila hal semacam ini terjadi di dunia industri tentu akan membawa beberapa dampak kerugian. Misalnya saja industri UMKM, yang mana “nyawa” dari pada industri tersebut sangat bergantung pada Sumber Daya Manusia-nya atau karyawannya. Apabila semangat dan motovasi sang karyawan tidak konsisten, maka perputaran usaha akan berjalan lambat atau malah cenderung tidak berkembang. Ketika melihat karyawan tidak memiliki motivasi, maka yang biasa dilakukan oleh pemilik usaha adalah memberi semangat atau kata kata motivasi; memberikan insentif bonus; memberikan janji kenaikan tingkat atau jabatan; memberikan tunjangan tertentu; memberikan pelatihan; memberikan liburan; memberlakukan metode hukuman dan hadiah (reward & punishment) dan lain sebagainya. Kesemua cara itu memang dapat meningkatkan motivasi karyawan. Setidaknya beberapa saat. Pada mulanya cara ini mungkin dipandang efektif, namun yang namanya manusia tidak pernah ada puasnya. Lama kelamaan, insentif, tunjangan dan sebagainya tidak akan dipandang lagi sebagai motivasi bagi karyawan, melainkan kompensasi yang wajar untuk diterima. Lantas bagaimana cara memotivasikaryawan yang baik selain menggunakan cara-cara yang telah disebutkan di atas?. Berikut berapa trik yang dapat di gunakan, pertama, Rangkullah mereka. Di saat motivasi karyawan kendur, terimalah dan pahamilah hal tersebut dalam bingkai, bahwa mereka membutuhkan perhatian dari anda sebagai pemilik usaha. Kedua, empati. Berusahalah untuk merasakan apa yang mereka rasakan. Mungkin ada hal-hal di luar pekerjaan yang membuat motivasi mereka kendur, dan mereka tidak cukup berani untuk berbagi dengan anda, karena merasa persoalan tersebut di luar kontek pekerjaan. Ketiga, Dahulukan mendengar dari pada menasehati. Bukan gagasan yang bagus, ketika anda lebih banyak menasehati sebelum tau persoalan karyawan anda. Padahal, anda mungkin bisa mengambil sikap seperti ini “terserah, apa peduli saya terhadap masalah mereka. Yang saya tau mereka bekerja dengan baik”. Ya, sikap demikian sebenarnya sah-sah saja, karena anda adalah pemegang otoritas, namun rasanya sikap tersebut tidak bijaksana. Karena karyawan anda bukan robot dan anda juga bukan robot. Walaupun dalam koridor karyawan-bos, yang namanya hukum kepedulian dan menghargai antar sesama manusia, tetaplah berlaku. Keempat, konsisten terhadap sistem dan aturan yang di sepakati bersama. Bagaimana pun juga, tentu anda ingin usaha anda maju dan lekas berkembang. Maka dari itu tetaplah berfokus pada visi dan misi usaha anda yang telah ditetapkan sedari awal. Ambillah kebijakan-kebijakan yang tegas dan tetap membawa kebaikan bagi anda dan karyawan anda. Jangan asal memberikan bonus, insentif, kanaikan jabatan dan sebagainya apabila belum jelas maksud dan tujuannya. Terakhir, Jadilah contoh. Yang paling penting adalah ketika anda ingin karyawan anda memiliki pengelolaan motivasi yang baik maka jadilah contoh bagi karyawan anda sendiri. Karena biasanya karyawan akan sangat mencontoh anda sebagai pemimpin. Secapek dan seberat apapun masalah yang anda hadapi dan bersikaplah fair, jangan tunjukkan ekspresi palsu. Bila perlu sampaikan pada karyawan anda bahwa anda perlu istirahat sejenak atau mengambil waktu sendiri untuk menyelesaikan persoalan anda, namun demikian dengan tetap menunjukkan sikap yang optimis. Teruslah maju.

Senin, 13 Februari 2012

Energi Dari Hati


Dalam banyak kasus, ketidakefektifan karyawan dalam bekerja bukan di sebabkan karena permasalahan yang terjadi di dalam kantor atau tempat bekerja, bukan karena permasalahan dengan rekan kerja, bukan dengan atasan, bukan dengan sistem pekerjaan, atau pun dengan beban kerja, melainkan karena permasalahan yang berlatarkan permasalahan pribadi, dengan sahabat intim, dengan orang tua, dengan suami atau istri, dengan anak, atau dengan besan, tetangga, yang kesemuanya itu tidak ada kaitannya dengan pekerjaan. Permasalahan pada ranah ini mungkin rada sulit untuk terdeteksi, karena sumber permasalahannya tidak terdapat di dalam lingkungan kerja. Penyelesaiannya pun bisa jadi cukup njlimet, karena biasanya karyawan tidak ingin terlalu di campuri. Mungkin, anda sebagai atasan akan dengan mudah mengatakan “ya, sebaiknya karyawan bersikap professional.. bisa memisahkan antara urusan pekerjaan, dan masalah pribadi”. Kebanyakan orang berpendapat bahwa otak dan hati tidak bisa di satukan. Pendapat ini kemudian seolah olah dapat di artikan, ketika kita sedang bekerja (menggunakan otak) maka tidak akan terpengaruh oleh permasalahan pribadi yang sedang kita alami (suasana hati). Dan ini artinya, bekerja dengan professional. Jika demikian, habis perkara, manusia seperti memiliki tombol switch On/Off untuk “menyalakan” otak saja saat bekerja, dan kembali “menyalakan” hati ketika usai bekerja. Ajaibnya, manusia tidak memiliki tombol switch itu, namun sesunggunya bisa bekerja dengan energi yang luar biasa walau sedang dirundung masalah pribadi. Bagaimana caranya? Dan dari manakah energi tersebut? jawabannya adalah dari hati.
Baiklah, mungkin kerutan di dahi anda sekarang menandakan kesan bahwa anda sudah mulai terpikat untuk meneruskan membaca. Coba anda ingat terakhir kali ketika anda sedang menghadapi situasi bingung, kecewa, marah, atau kesal terhadap sesuatu. Maka anda mungkin mondar-mandir tidak karuan, mungkin mengambil barang yang keliru, lupa terhadap sesuatu, bicara tergopoh-gopoh, koordinasi fisik tidak stabil, tersandung sesuatu, kepala mulai gatal, mungkin mengeluarkan kata-kata kasar, atau mungkin juga melakukan tindakan agresif, jantung berdegup kencang, keringat bercucuran, dan lain sebagainya. Hal ini dapat dipahami bahwa koordinasi dan arus informasi yang sedang terjadi di dalam otak sedang kacau, sehingga mengakibatkan terjadinya ketidak karuan pada kondisi fisik anda. Namun, sesaat kumudian, ketika rasa bingung dan kesal mereda, yang pertama kali anda elus-elus bukanlah kepala.. melainkan dada, di mana tempat hati berada. Kenapa? Padalah kita di tuntut untuk professional dalam bekerja (menggunakan kemampuan otak). Saya ulangi, jawabannya adalah karena enegi hati begitu besar. Nah, sudah ketemu titik terang bukan. Untuk itu, ketika anda mengetahui bahwa karyawan anda sedang menghadapi masalah, jangan sentuh otak-nya karena mungkin anda akan semakin menambah ketidak karuan dalam bekerja, melainkan sentuhlah hatinya dan rasakan energi-nya. Begitulah caranya.

Sabtu, 11 Juni 2011

Menjadi Sahabat Curhat Si Buah Hati

Salah satu cara yang paling baik untuk membantu orang lain, adalah dengan mendengarkan dan berkomunikasi dengan mereka secara efektif. Sejumlah kemampuan dan keterampilan mendengarkan dan berkomunikasi dalam membantu orang lain disebut sebagai keterampilan dasar konseling.
Keterampilan dasar konseling dapat dipelajari untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja tidak terkecuali untuk buah hati kita.
Anak-anak terkadang lebih sulit untuk mengungkapkan pengalaman dan permasalahan yang mereka hadapi melalui kata-kata, yang lebih mudah tampak pada mereka adalah ekspresi, baik dari raut wajah gerak-gerik dan perilaku. Orang tua yang kesal dengan tingkah laku anak mungkin saja mengambil sikap untuk marah atau malah mendiamkan mereka. Hal ini tidak tepat karena mungkin saja membuat anak semakin frustasi karena anak merasa tidak ada tempat berbagi. Maka ajaklah mereka berkomunikasi
  1. Datangi mereka dan ambillah posisi sejajar dengan mereka
  2. Ungkapkan apa yang kita lihat dari ekspresi mereka
  3. Tetap pandangi mereka selama mereka berbicara
  4. Bersabarlah untuk mendengarkan cerita mereka hingga selesai
  5. Sesuaikan nada suara, bila anak berbicara tergopoh-gopoh atau malah terlalu lambat
  6. Ulang cerita mereka dengan bahasa kita sendiri, agar mereka tahu kita memahami cerita
  7. Jangan buru-buru memberi solusi.
  8. Pandanglah persoalan mereka melalui sudut pandang mereka juga.
  9. Berikan sentuhan atau pelukan jika diperlukan untuk menenangkan anak
  10. Bersikap tenang, seberapapun bergejolaknya perasaan anak.
“Anak-anak tetaplah anak anak. Orang dewasa, mestinya semakin dewasa” -Renate Zorn-

Kamis, 15 Oktober 2009

sabar


Berikan contoh perilaku sabar.
Di Taman Kanak-kanak tempat saya mengajar, tahun 2007, ada seorang anak yang cukup susah diatur. Kerap ia memukul teman-temannya dan jika diberi penegertian, kerap perilaku tersebut masih terus diulang. Beragam cara saya gunakan, dengan mengamati dan mempelajari perilaku dan berusaha memahami kebutuhan anak tersebut pada akhirnya saya dapat meredam perilaku agresifnya. Setelah itu, berangsur angsur perilaku agresifnya berkurang.

Mengapa perlu sabar?
Tentu saja sabar sangat diperlukan. Saya sering dengar orang bilang: orang sabar disayang tuhan. Nah, jika tuhan aja udah sayang, apalagi hambanya yang lain, ya malaikat, jin, tumbuhan, sesama manusia, semuanya deh… Saya percaya itu.

Bagaimana melatih sabar?
Salah satu cara melatih sabar adalah dengan puasa. Lalu bisa juga dilatih dengan mengurangi bicara dan banyak banyaklah mendengar. Selain itu, banyak membaca buku dengan tema sabar. Insyaallah bisa menjadi ispirasi. Dan yang tidak kalah pentingnya, perbanyaklah istigfar.

Ceritakan pengalaman ketika anda sabar.
Berkaitan dengan kisah saya sebelumnya dengan anak yang berperilaku agresif di atas, saya sadari saya begitu kesal menghadapi perilaku anak tersebut. Namun ini adalah bagian dari profesionalitas pekerjaan, saya telah diberi kepercayaan untuk mendapingi dan menjaga anak-anak tanpa terkecuali dalam proses belajar dan bermain. Lebih lanjut begini ceritanya:
Suatu hari, sebut saja Doni, seperti bisanya memukul teman perempuanya. Seperti belum puas, Doni kembali melakukan aksinya, kali ini dengan teman sesama laki laki, alih-alih perebutan mainan. Dan untuk mendapatkan mainan yang Doni harapkan, Doni merebutnya dengan kasar.
Melihat kejadian itu, saya merasa punya tanggung jawab untuk menengahinya. Seperti yang sudah-sudah, biasanya Doni hanya saya berikan pengertian namun cara ini begitu tidak efektif, mengingat perilaku agresif Doni terus saja terjadi.
Kali ini agak berbeda. Selain berdiskusi sama Doni, saya juga mengajarkan bahwa dipukul itu sakit. Saat itu Doni saya suruh memukul tembok, sebagai representasi jika ia memukul temannya, seperti itulah rasanya. Terus beberapa kali, hingga Doni pun merasa sakit. Setelah itu Doni berjanji tidak akan memukul temanya lagi.
Rupanya hal ini tak membuat Doni jera, dilain waktu Doni tetap saja mengulangi perilakunya. Kemudian saya berfikir, ada hal lain yang Doni perlukan selain pengertian dan pemahaman, setelah ia mengangguk angguk, saya memanggil semua teman-temanya yang sedang bermain didekat kami waktu itu. Lalu saya ajukan pertanyaan begini pada teman-temanya: “teman-teman mau nggak main sama Doni?” sontak teman-temannya menjawab “nggak..!, Doni suka mukul” seketika itu menangislah Doni. Tak perlu banyak berkata kata lagi, Doni hanya memerlukan pelukan hangat.
Setahun kemudian saat saya sudah tidak mengajar lagi, pada suatu kesempatan saya berkunjung ke TK nya Doni, dari kejauhan saya memperhatikan Doni bermain dengan teman temannya, tak ada tinjuan atau tendangan yang saya lihat dari Doni, riang sekali. Begitu melihat saya, Doni langsung meneriaki nama saya, dan memeluk saya, rasanya rindu dan haru sekali.

Ceritakan pengalaman ketika anda tidak sabar.
Saya adalah orang yang cukup menjaga penampilan, dalam artian, berdasarkan selera, rasa nyaman dan style yang cocok menurut saya. Pada suatu ketika tanpa sengaja saya berjumpa dengan sepasang sepatu yang belakangan saya idamkan, disebuah pasar lokal bernama Pakuncen. Singkat cerita, setelah saya coba ternyata pasangan sepatu tersebut nge-pas sama pasangan kaki saya, dan harganya juga sangat-sangat lumayan dari pasaran. Jika di Pakuncen saya dapat Rp 70.000,- dengan kondisi tangan kedua, maka di Matahari Mal saya harus merogoh saku sekitar Rp 1.000.000 untuk sepatu serupa tapi tak sama dengan kondisi baru. Tak sabaran untuk segera saya kenakan dan tanpa pikir panjang, langsung saja saya bawa pulang.
Ternyata harga turut menentukan kualitas, mungkin memang begitu adanya. Tak pelak, baru sekali pakai, rasanya ada sobekan di bagian samping sepatu saya. Kemudian saya serahkan pada ahlinya. Setelah diperbaiki, rasanya sepatu tersebut jadi tambah sempit, hingga sakit jika dikenakan. Saya kembalikan lagi pada ahlinya. Setelah lama menunggu dengan beragam persoalan ternyata terbongkarlah beberapa kekurangan sepatu saya yang tak saya cermati dari awal. Hingga saya harus merogoh beberapa puluh ribu lagi agar sepasang sapatu tersebut menjadi layak pakai.

© kiki kurniawan. tugas psikologi islami madya. magister profesi psikologi universitas islam indonesia. 2009

Selasa, 01 September 2009

"...first time"

bismillah... wah, baru bikin blog.. masih harus belajar banyak tentang pemanfaatan content nya.. hehehe
berhubung dah agak ngantuk, tidur dulu aja ah.. shalat dulu, trus ntar juga mau sahur.
sahur sahur.. :)