Sabtu, 19 September 2020

SAHABAT YANG BERCERAI (Based on True Strory)

 

Bismillah,

Ini adalah sedikit kisah dari sekian banyak kisah yang mungkin sama atau lebih tragis dari apa yang akan saya ceritakan. Saya memiliki seorang sahabat, periang, enerjik, dan ramah. singkatnya easy going lah. Dia menikah dengan orang yang ia cintai dan tidak dikarunia anak. Kehidupan rumah tangga berjalan dengan “biasa saja”, kedua-nya sama-sama berkarir dan itu lumrah pada kehidupan masa kini. masing-masing pasangan saling men-support satu dengan yang lainnya untuk dapat memiliki keturunan. Dengan upaya-upaya pemeriksaan kesehatan dari yang sederhana sampai yang canggih, keduanya sehat, clear tidak ada yang “menghambat”. Bahkan sahabat saya juga ”mengamalkan” obat atau suplemen tertentu yang barangkali bisa membantu kesuburan dan sebagainya.

Hingga rumah tangga berjalan sekitar enam atau tujuh tahun permasalahan-permasalahan yang agak serius mulai terjadi. Tema-tema tentang keinginan memiliki keturunan tampaknya tidak dapat terbendung hingga isu Pasangan Idaman Lain (PIL) alias selingkuhan akhirnya mencuat. Biduk rumah tangga itupun pecah, sang pasangan menikah siri dengan idamannya dan bahkan dikarunia anak. yang bikin gemas, perselingkuhan itu diawali dengan bercandaan dengan teman sepekerjaan. Lalu merasa “tertantang”. Pertengkaran tak terelakkan, bahkan diwarnai dengan KDRT. Tidak tahan, mereka pun sepakat bercerai.

Saya memahami kondisi sahabat saya, perjuangan mengembalikan kepercayaan diri tentu tidak mudah, lebih-lebih untuk membangun mental dan perasaan bahagia dalam menjalani sisa waktu kehidupan.

Qadarullah, cobaan tidak berenti sampai disini. Beberapa bulan belakangan, sahabat saya merasakan ada yang tidak beres dengan perutnya, dan melalui pemeriksaan dokter ternyata di rahimnya terdapat tumor dan kontan harus diangkat. Rasanya belum lama badai perpisahan melanda, dan sekarang harus menghadapi kenyataan untuk mengangkat tumor yang ada dirahim.

Alhamdulillah ala kulli hal. dokter berhasil mengangkat tumor yang berada di rahim, meski rahim itu tidak sempurna lagi, tapi kesempatan untuk memiliki keturunan kemungkinan masih ada. Sekarang ia masih berjuang, memoles luka dan membangun kepercayaan diri kembali. Umur-nya masih tergolong belia, namun sangat gagap bila berbicara tentang membangun hubungan kembali. Mengingat kegagalan rumah tangga dan rahim yang tak sempurna lagi. Subhanallah, dalam situasi pelik sekarang ini, karakter enerjik, periang, dan ramah tetap terpancar dari wajahnya, seolah saya melihatnya tanpa masalah, tapi entahlah didalam hatinya yang telah luruh redam.

Teruslah berprasangka baik kepada-Nya. Boleh jadi apa yang kita anggap buruk, ternyata itu baik diadapan Allah dan sebaliknya. Teruslah memantaskan diri dengan niat karena Allah, insya Allah semua akan tergantikan dengan yang terbaik. Allah sudah menyampaikan kepada kita dalam Al Quran surat Al-Insyirah ayat 5-6 "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." Yakinlah !

Rabu, 11 Desember 2019

Kajian Islam Ilmiah: Nikmatmu Kau Pergunakan Untuk Apa

Mari menuntut ilmu agama bersama Ustad Abu Zakariya Andi Hafizahullah. Catat tanggal & lokasinya ya..

The Power Of Mind Set


THE POWER OF MINDSET


Bismillahirahmannirahim.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Alhamdulillahirabbil 'alamin, sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam.  Pembaca yang insya Allah senantiasa dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, akhir-akhir ini bangsa Indonesia sedang dihebohkan oleh berbagai macam berita, ada berita tentang rasisme, demonstrasi, gempa bumi , kebakaran hutan, kekeringan, dan lain sebagainya. Ketika kita menerima berbagai macam berita tersebut, akan mempengaruhi cara berpikir, bertindak, bertutur  hingga mempengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan dan menentukan pilihan, bahkan dapat mengubah karakter dan kepribadian seseorang. Dalam kajian psikologi hal itu disebut mindset (baca: Pola Pikir). mindset adalah aktor penting dalam kehidupan pribadi seseorang. Mindset juga dapat menjadi salah satu sebab gagal atau berhasilnya seseorang dalam menjalani kehidupan.
Penulis dalam hal ini, menemukan bahwa islam menunjukkan atau menuntun kita dalam membangun pola pikir (mindset) yang positif dengan cara sebagai berikut:

1.      Menjaga Hati
Sebelum membangun pola pikir yang positif maka langkah paling awal adalah menjaga hati. seperti halnya  perkataan Nabi Salallahu ‘alaihi wa sallam, dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599). Berdasarkan hujjah ini maka hendaknya sebagai seorang muslim dalam membangun pola pikir yang positif, maka perlu menjaga hati tetap bersih dan terhindar dari segala macam penyakitnya.

2.      Membangun kebiasaan Skeptis
Dalam kehidupan sehari hari kita tidak dapat terlepas dari lintasan berita dan informasi, yang mana lintasan berita dan informasi tersebut tentunya mempengaruhi kita dalam berfikir dan bersikap. Berkenaan dengan  hal itu, maka langkah kedua dalam membangun pola pikir yang positif adalah dengan menjadi pribadi yang skeptis.  hal ini dapat disandarkan pada qalam Allah azza wajalla yaitu “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujurat: 6)
3.      Berbaik Sangka
Pola pikir yang positif bisa kita bangun dengan sangkaan yang baik, terutama kepada Allah rabbul alamin. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman, 'Aku tergantung persangkaan hamba kepadaKu. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingatku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diriKu. Kalau dia mengingatKu di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari." (HR bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675)
Berprasangka baik menjadikan pola pikir kita senantiasa terjaga dan terhindar dari rasa khawatir dan cemas yang berlebihan yang dapat menjerumuskan kita pada pikiran subhat

4.      Belajar dan terus Belajar (Ilmu Agama)
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Sesungguhnya yang paling takut pada Allah dengan takut yang sebenarnya adalah para ulama (orang yang berilmu). Karena semakin seseorang mengenal Allah Yang Maha Agung, Maha Mampu, Maha Mengetahui dan Dia disifati dengan sifat dan nama yang sempurna dan baik, lalu ia mengenal Allah lebih sempurna, maka ia akan lebih memiliki sifat takut dan akan terus bertambah sifat takutnya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6: 308).
Hanya orang yang memiliki sifat takut kepada Allah-lah yang kemudian senantiasa berusaha untuk menjaga pikirannya dari hal hal buruk (negative) dan hanya untuk digunakan untuk kebaikan (pola pikir positif)

Pola pikir yang positif adalah modal, pola pikir yang positif adalah kekuatan. sebagaimana yang telah dicontohkan oleh  teladan kita, Nabi Muhammad Salallahu alaihi Wa sallam bagaimana menjadi insan yang memiliki pola pikir positif tergambar dalam riwayat hadits dari Abu Umamah radhiallahu anhu berkata, “Sesungguhnya telah datang seorang pemuda kepada Nabi Salallahu alaihi Wa sallam seraya berkata, ‘Wahai Rasulullah, izinkan aku berzina.’ Para sahabat pun segera mencelanya begini-begitu (kalimat cercaan). Nabi shalallahu 'alaihi wasallam berkata kepadanya, ‘Kemari, mendekatlah!’ Pemuda itu pun mendekat, duduk di samping beliau. Nabi SAW kemudian bertanya, ‘Apa engkau suka menzinai ibumu?’ Dia menjawab, ‘Tidak, demi Allah, Allah menjadikanku enggan padanya. Tidak seorang pun sudi menzinai ibu sendiri. ’Nabi Salallahu alaihi Wa sallam bertanya lagi, ‘Apakah engkau suka menzinai anakmu?’ Dia menjawab, ‘Tidak, demi Allah, wahai Rasulullah, Allah menjadikanku enggan padanya. Tidak seorang pun sudi menzinai anak sendiri.’ Nabi Salallahu alaihi Wa sallam menanyakan lagi, ‘Apa engkau suka menzinai saudara perempuanmu?’ Dia menjawab, ‘Tidak, demi Allah, Allah menjadikanku enggan padanya. Tidak seorang pun sudi menzinai saudara perempuan sendiri.’ Nabi Salallahu alaihi Wa sallam menanyakan lagi, ‘Apa engkau suka menzinai bibimu?’ Dia menjawab, ‘Tidak, demi Allah, Allah menjadikanku enggan padanya. Tidak seorang pun sudi menzinai bibi sendiri.’ Kemudian, Nabi Salallahu alaihi Wa sallam meletakkan tangannya di atas kepala pemuda itu, seraya berdoa, ‘Ya Allah, ampunilah dosanya, bersihkan hatinya, dan jagalah kemaluannya.’ Pemuda itu pun tidak berminat pada zina lagi.” (HR Ahmad).
Dari hadits tersebut kita dapat menilai bagaimana pola pikir positif Nabi menjadi modal dan kekuatan Nabi dalam berdakwah. Nabi tetap menanggapi masalah tersebut dengan hati yang bersih. lalu nabi tidak mencela, malainkan berpikir skeptis dengan memberikan gambaran, bagaimana jika keadaan itu menimpa pada si yang bertanya. Nabi tetap mengutamakan rasa empati, menunjukan dan mengajarkan kasih sayang kepada siapapun bahkan kepada orang yang ingin berbuat maksiat. Bahkan di akhir riwayat hadits, Nabi Salallahu alaihi Wa sallam  mendoakan kebaikan bagi orang tersebut. Semoga kita dapat menjadi pribadi yang memikliki pola pikir (mindset) yang positif dan menggapai kehidupan yang bahagia dunia dan akhirat. Aamiin
Allahualam






Minggu, 09 Juni 2013

Freedive: It’s a big deal?

Saya lahir di pulau Kalimantan, beruntung karena di anugerahi berbagai kekayaan alam, salah satunya adalah sungai. Sungai dikalimantan besar-besar, sebut saja sungai Kapuas, tentu sudah pernah dengar kan. Sungai di kampung saya namanya sungai Melawi, lebarnya kurang lebih 800 m, airnya berarus dan berwarna cokelat. Sungai yang besar begini, biasa kami sebut dengan laut. Aktivitas yang saya sukai sejak kecil tentu saja mandi di sungai. Melompat dari atas pohon pelam, main kejar-kejaran dan main petak umpet di sungai. Untuk permainan kejar-kejaran, kemampuan yang mendukung antara lain adalah menyelam dan kecepatan beranang. Kemampuan menyelam sangat penting untuk menyergap target. Karena cukup sulit untuk menyergap apabila lawan memiliki kemampuan berenang yang cepat. Menyelam juga dapat digunakan untuk menghindar. Air sungai yang cokelat, memungkinkan kita menghilang saat menyelam. Menyelam bukan sembarang menyelam, tapi menyelam mencari tempat perlindungan atau menyelam selama-lamanya sampai yang jadi (si pengejar) pergi. Berbeda lagi kalau bermain petak umpet Kemampuan yang mendukung permainan ini adalah kamuflase dan bersembuyi. Biasanya tempat favorit untuk bersembunyi adalah di bawah jamban. Jamban adalah bangunan yang mengapung di atas sungai. jamban mengapung dengan beberapa batang kayu besar, dan di atas batang-batang kayu tersebut di susun papan sebagai lantai dan satu pondokan sebagai WC. Lebih kurangnya visualisasi jamban seperti rakit yang besar. Tidak  mudah untuk bersembuyi di batang jamban. Jarak antara batang kayu yang menopang jamban sangat rapat, belum lagi ditumbuhi lumut-lumut hijau. Gelombang yang muncul akibat kapal motor yang lewat, bisa membuat jamban bergoyang hebat. Strategi selanjutnya adalah melakukan kamuflase di antara tumbuhan semak air. Untuk melakukan kamuflase di tumbuhan semak air, kita harus meminimalkan bagian tubuh yang muncul kepermukaan. Biasanya hanya sedikit bagian kepala dan hidung untuk bernafas saja yang muncul kepermukaan. Wah seru sekali jika mengingat masa-masa itu. Tidak ada yang cidera karena aktivitas kami di sungai. paling-paling kami di pelasah (di pukul) mamak karena lupa waktu mandi di sungai sampai adzan magrib dikumandangkan.
Berbelas tahun kemudian ketika saya mengenal selam bebas pertama kali, saya teringat masa kecil saya di sungai Melawi itu. Selam bebas atau yang kini popular disebut free dive, mula-mula di adopsi dari kegiatan orang-orang kampung di pesisir laut atau sungai. Di Indonesia, yang terkenal ialah suku Bajo. Ke-bebasan dan keluguan aktivitas selam bebas inilah yang kemudian membuat para pecinta olah raga selam tertarik untuk mempelajari selam bebas. Seiring semakin populernya selam bebas, olah raga ini kian memasyarakat ke segala lapisan masyarakat.  Peralatan-peralatan selam bebas mulai bermunculan, teknik-teknik menyelam juga sangat beragam, sertifikasi pun di adakan, kompetisi-kompetisi dan mepecahan rekor pun diperlombakan, tidak ketinggalan berbagai kabar berita tentang kejadian-kejadian yang menimpa para pelaku selam bebas ketika melakukan aktivitasnya seperti  cidera sementara atau permanen biasanya pada organ telinga dan keseimbangan, sampai merenggut nyawa karena black out.

Selam bebas jadi banyak kepentingan. Kepentingan penyedia alat, tentu saja ingin alat-alatnya laku, dan konsumen dipacu untuk membeli dengan rasionalisasi alasan ini dan itu. Kepentingan pihak sertifikasi pun ingin lembanganya menjadi kredibel dan tentunya profitable, sama saja, selalu ada alasan rasioanl untuk meramaikan sertifikasi, dan tentu saja prestisius bagi yang mendapat sertifikat. Menciptakan rekor menjadi kepuasan dan sebagainya. Semua kepentingan beralasan dan tidak salah, alat memang banyak kegunaan, sertifikasi itu menunjukkan kemampuan seseorang, dan sebagainya-dan sebagainya. namun itu semua bukan menjadi jaminan mutlak. Fenomenannya adalah, seiring dengan banyaknya kepentingan-kepentingan yang menyertai aktivitas selam bebas maka semakin tinggi juga resiko yang dapat terjadi, black out dan cidera bisa menimpa siapa saja. Selam bebas kehilangan ke-bebasan dan keluguannya, kehilangan akar dan asal-usulnya. It’s a big deal. Keputusan berada pada pundak masing-masing pelaku selam bebas. Apa yang diinginkan, selam bebas dengan berbagai kepentingan ataukah merasakan bebasnya menyelam, ya.. seperti dari mana selam bebas itu berasal, dari kampung, dari tempat seperti anak-anak sungai melawi dan anak-anak suku Bajo berasal. FREE freedive !. Salam satu nafas :)

Senin, 20 Mei 2013

Free Dive dan Psikologi

Sembilan tahun saya berkecimpung di dunia Psikologi, tidak membuat saya lelah atau bosan. Selalu ada hal dan pengalaman baru yang saya dapatkan. Terlebih beberapa tahun belakangan saya mengenal dan mempelajari Transpersonal Psychology. Mempelajari Transpersonal Psychology membawa berbagai perubahan dalam hidup saya. Transpersonal Psychology bukan topik baru dalam dunia Psikologi. Abraham Maslow pada akhirnya merevisi Hierarchy of Need 11 tahun kemudian setelah ia pertama kali menyampaikan teori tersebut, Victor Frankl lolos dari neraka kamp Nazi di Auschwitz serta ada pula guru besar Psikologi dari Indonesia, Hana Djumhana Bastaman yang menterjemahkan Logotheraphy ke dalam khazanah ke-Islam-an, semua menjurus pada satu titik yaitu Tuhan. Energi terbesar Transpersonal Psychology adalah kebermaknaan hidup. Saya rasa tidak ada yang menyangkal bahwa hidup ini cuma sebatas usia apabila dijalani tanpa makna (meaningless). Transpersonal sendiri sebenarnya merupakan "petunjuk" untuk mencapai kebermaknaan hidup. Secara pribadi saya mendefinisikan, "trans" pada kondisi ambang antara kesadaran dan ketidak sadaran sedangkan yang menjadi medianya adalah (1) nafas. Misalnya dalam Sholat, Yoga, Meditasi dan sebagainya, nafas adalah salah satu cara untuk mencapai ketenangan dan kedamaian. Selanjutnya adalah (2) gerakan, dalam sholat ada yang namanya tuma'ninah  yaitu melakukan gerakan dengan tidak tergesa-gesa sehingga betul betul dapat diresapi. Begitu pula dalam Yoga, tidak ada gerakan yang dilakukan dengan tergesa-gesa, semua unsur gerakan punya efek dan makna. Yang ke (3) yaitu penyerahan diri. Menerima dan sadar bahwa kita tidak ada apa-apanya. Semua kemampuan yang kita miliki hanyalah izin dari Tuhan. Maka ketiga unsur Transpersonal Psychology ini yaitu Nafas, Gerakan, dan Penyerahan diri dalam free dive secara utuh saya maknai sebagai "Total Immersion".


Senin, 31 Desember 2012

Mukaddimah 2013

Bissmillahirahmannirrahim.
Alhamdulillah, Hari ini telah sampai pada penghujung tahun 2012. Selama satu tahun ini, kalo dipikir-pikir banyak juga lah yang udah di lewatin. Nggak juga seperti yang sempat aku pikirin (tanpa sesuatu yg berarti). Seperti Gonta-ganti judul tesis, mensupport beberapa program pemberdayaan masyarakat bersama teman teman OCB, ngajarin kirana baca doa, ngebiasain kirana nggak ASI lagi, ngajarin kirana lepas pampers, ngecat mobil, betulin genteng,  nyelesain tugas dan laporan praktek kerja profesi, sempet usaha jualan keripik CK dan sebagainya. Alhamdulillah semua berkesan, semua bahagia, semua belajar. Allah juga terus kasi sehat, kesempatan dan rejeki yang tiada tara. Tahun 2012 mungkin semakin kerasa udah nggak muda lagi.. hmm mulai sangat butuh mandiri, kuat, dan tangguh untuk hidup. Beberapa hal memang masih ada yang mengganjal ditahun 2012.. beberapa hal sepertinya tidak sreg, tidak complete, tidak ini dan tidak itu. Aku terima. Aku ikhlas, aku bersyukur..

hmmmm... huuuhhh haaaahhhh... tahun 2013. misi jangka 3 bulan adalah menyelesaikan kuliah ! terhitung mulai tanggal 1. oke. step by step. perbaikin ibadah wajib dan sunnah. udah ! habis itu mau ngapain aja insyaallah menjadi lebih bebas... bismillahirrahmanirahim. mohon dukungan Allah, dan semua keluarga serta teman-teman.. :) amin ! semangat

Rabu, 18 April 2012

Bisnis Mbah-mbah

Malam tadi, di suatu pembicaraan tentang sebuah produk herbal MLM. Mbah Wasio, adalah salah satu pengguna produk tersebut yang berhasil sembuh dari penyakit stroke. Setelah sembuh dari penyakit yang sudah ia derita selama 5 tahun, alih-alih mendapatkan manfaat positif, ia lantas mulai mengikuti bisnis jaringan tersebut.  Dagangan mbah Wasio cukup lancar. Di daerah Subang sendiri, dari 15 kecamatan, ia mengaku sudah memiliki "pasien" lebih dari 400 orang. Jumlah pasien yang fantastis, dari bisnis seorang mbah-mbah berusia lebih dari setengah abad dan pernah mengidap menyakit stroke. Pada seorang stokist senior, yang juga hadir pada malam itu, mbah Wasio mengeluh. Sebab, muncul produk tiruan dari produk yang ia dagangkan. Produk tersebut punya harga lebih murah dari produk-nya. Mbah Wasio khawatir pelanggannya akan beralih pada produk tiruan tersebut. Stokist senior membenarkan perihal cerita mbah Wasio terbut. Stokist senior tersebut lantas mengatakan, bahwa ia sempat mereview produk palsu terbut dengan produk asli di dalam blog pribadinya. "mbah cari aja di Google, ada kok mbah bedanya" Ujar stokist senior terbut. "hee ? o.. neng Mbugel to? welah, neng cerak iki to, sing malsu'ke.." (Mbugel adalah nama sebuah daerah deket tempat tinggal mbah Wasio). Kontan, Saya tertawa dalam hati."bukan mbah, di internet" kataku mengkonfirmasi. "..........." Mbah wasio diam.
Mbah Wasio memang sudah tua dan pernah mengidap penyakit stroke, tambah lagi gaptek. Tapi semangatnya untuk pulih melanjutkan hidup, dan berbisnis untuk menafkahi keluarga patut kita resapi dan ambil sebagai pengalaman berharga. Lebih-lebih kita masih muda dan sehat. Terima kasih mbah Wasio. Semoga Mbah panjang umur dan terus bermanfaat. Amin :)
Salam - Indramayu 19/4/2012

Senin, 27 Februari 2012

Memecat karyawan


Selamat berjumpa kembali pembaca sekalian, apa kabar?. Semoga anda selalu dalam limpahan kebaikan. Sodara pembaca yang budiman ngomong-ngomong, apakah dalam waktu dekat ini anda ingin memecat karyawan? Ya, mungkin sebagian besar pemecatan dilakukan karena kinerja karyawan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Apapun alasannya, bagaimanapun kasus-nya, selama bukan tindakan kriminal, saya rasa pemecatan karyawan tetap harus dilakukan dengan cara yang profesional. Bukan dilandasi emosi atau kekesalan karena perbuatan karyawan. Sebelum anda melakukan eksekusi, beberapa hal yang saya sampaikan berikut ini, mungkin dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Pertama, sampaikan potensi. Karyawan yang di pecat belum tentu selalu buruk. mungkin kinerjanya yang tidak maksimal disebabkan karena kepribadian, bakat dan keahliannya tidak tepat dengan pekerjaan yang sedang ia tekuni bersama usaha anda saat ini. Sampaikanlah kelebihan yang ia miliki, sekecil apapun. Karena memungkinkan karyawan tersebut untuk mengevauasi dirinya di kemudian hari. Kedua berterus terang. Apapun penyebab karyawan tersebut dipecat, usahakan sampaikan dengan jujur dan objektif. Sampaikan konteks situasi kenapa karyawan tersbut ingin anda pecat. Ketiga, sampaikan perasaan anda. Anda memecat karyawan anda, mungkin lantaran kesal dengan perilakunya. Boleh saja anda menyampaikan perasaan dan kekecewaan anda terhadap karyawan anda, namun bukan sebagai cara untuk melampiaskan kekesalan anda. Bagaimanapun, bagi karyawan, dikeluarkan dari pekerjaan bukanlah hal yang menyenangkan. Apalagi harus ditambah dengan luapan emosi anda. Hal ini dapat berdampak buruk di kemudian hari. Keempat, pertahankan silaturahmi. Mungkin sulit, tapi insya Allah tetap bisa. Mempertahankan silaturahmi memiliki banyak manfaat, setidaknya kita jadi tambah sodara. Selain itu, kita memperlihatkan citra seorang pemimpin yang baik. Terakhir, Berikan saran dan pesangon. Kehilangan pekerjaan sama saja dengan kehilangan penghasilan. Lebih-lebih jika karyawan yang anda pecat tersebut telah berkeluarga. Maka akan bertambahlah tekanan hidupnya. Jika bisa, sarankan karyawan tersebut pada pekerjaan yang lebih tepat untuknya berdasarkan pandangan anda. Jangan lupa berikan karyawan anda pesangon sesuai dengan apa yang telah ia lakukan. Walaupun kinerja-nya buruk, karyawan anda tetap lah telah berjasa. Telah berjasa membuat anda memiliki pengalaman mengenal karakter karyawan yang tidak tepat bagi usaha anda dan telah berjasa membuat anda memiliki pengalaman memecat karyawan.
Sodara pembaca sekalian. Begitulah diantaranya hal-hal yang dapat menjadi bahan pertimbangan anda saat akan memecat karyawan. Ambilah keputusan secara pasti, agar usaha anda terus maju dan berkembang. Terima kasih.

Senin, 20 Februari 2012

Motivasi Saja Tidak Cukup


Motivasi itu seperti gelombang, ada saatnya pasang dan ada saatnya surut. Ya, ada saatnya seseorang memiliki motivasi yang tinggi dan ada saatnya seseorang menurun motivasinya. Pada dasarnya, hal itu wajar adanya. Namun bila hal semacam ini terjadi di dunia industri tentu akan membawa beberapa dampak kerugian. Misalnya saja industri UMKM, yang mana “nyawa” dari pada industri tersebut sangat bergantung pada Sumber Daya Manusia-nya atau karyawannya. Apabila semangat dan motovasi sang karyawan tidak konsisten, maka perputaran usaha akan berjalan lambat atau malah cenderung tidak berkembang. Ketika melihat karyawan tidak memiliki motivasi, maka yang biasa dilakukan oleh pemilik usaha adalah memberi semangat atau kata kata motivasi; memberikan insentif bonus; memberikan janji kenaikan tingkat atau jabatan; memberikan tunjangan tertentu; memberikan pelatihan; memberikan liburan; memberlakukan metode hukuman dan hadiah (reward & punishment) dan lain sebagainya. Kesemua cara itu memang dapat meningkatkan motivasi karyawan. Setidaknya beberapa saat. Pada mulanya cara ini mungkin dipandang efektif, namun yang namanya manusia tidak pernah ada puasnya. Lama kelamaan, insentif, tunjangan dan sebagainya tidak akan dipandang lagi sebagai motivasi bagi karyawan, melainkan kompensasi yang wajar untuk diterima. Lantas bagaimana cara memotivasikaryawan yang baik selain menggunakan cara-cara yang telah disebutkan di atas?. Berikut berapa trik yang dapat di gunakan, pertama, Rangkullah mereka. Di saat motivasi karyawan kendur, terimalah dan pahamilah hal tersebut dalam bingkai, bahwa mereka membutuhkan perhatian dari anda sebagai pemilik usaha. Kedua, empati. Berusahalah untuk merasakan apa yang mereka rasakan. Mungkin ada hal-hal di luar pekerjaan yang membuat motivasi mereka kendur, dan mereka tidak cukup berani untuk berbagi dengan anda, karena merasa persoalan tersebut di luar kontek pekerjaan. Ketiga, Dahulukan mendengar dari pada menasehati. Bukan gagasan yang bagus, ketika anda lebih banyak menasehati sebelum tau persoalan karyawan anda. Padahal, anda mungkin bisa mengambil sikap seperti ini “terserah, apa peduli saya terhadap masalah mereka. Yang saya tau mereka bekerja dengan baik”. Ya, sikap demikian sebenarnya sah-sah saja, karena anda adalah pemegang otoritas, namun rasanya sikap tersebut tidak bijaksana. Karena karyawan anda bukan robot dan anda juga bukan robot. Walaupun dalam koridor karyawan-bos, yang namanya hukum kepedulian dan menghargai antar sesama manusia, tetaplah berlaku. Keempat, konsisten terhadap sistem dan aturan yang di sepakati bersama. Bagaimana pun juga, tentu anda ingin usaha anda maju dan lekas berkembang. Maka dari itu tetaplah berfokus pada visi dan misi usaha anda yang telah ditetapkan sedari awal. Ambillah kebijakan-kebijakan yang tegas dan tetap membawa kebaikan bagi anda dan karyawan anda. Jangan asal memberikan bonus, insentif, kanaikan jabatan dan sebagainya apabila belum jelas maksud dan tujuannya. Terakhir, Jadilah contoh. Yang paling penting adalah ketika anda ingin karyawan anda memiliki pengelolaan motivasi yang baik maka jadilah contoh bagi karyawan anda sendiri. Karena biasanya karyawan akan sangat mencontoh anda sebagai pemimpin. Secapek dan seberat apapun masalah yang anda hadapi dan bersikaplah fair, jangan tunjukkan ekspresi palsu. Bila perlu sampaikan pada karyawan anda bahwa anda perlu istirahat sejenak atau mengambil waktu sendiri untuk menyelesaikan persoalan anda, namun demikian dengan tetap menunjukkan sikap yang optimis. Teruslah maju.

Senin, 13 Februari 2012

Energi Dari Hati


Dalam banyak kasus, ketidakefektifan karyawan dalam bekerja bukan di sebabkan karena permasalahan yang terjadi di dalam kantor atau tempat bekerja, bukan karena permasalahan dengan rekan kerja, bukan dengan atasan, bukan dengan sistem pekerjaan, atau pun dengan beban kerja, melainkan karena permasalahan yang berlatarkan permasalahan pribadi, dengan sahabat intim, dengan orang tua, dengan suami atau istri, dengan anak, atau dengan besan, tetangga, yang kesemuanya itu tidak ada kaitannya dengan pekerjaan. Permasalahan pada ranah ini mungkin rada sulit untuk terdeteksi, karena sumber permasalahannya tidak terdapat di dalam lingkungan kerja. Penyelesaiannya pun bisa jadi cukup njlimet, karena biasanya karyawan tidak ingin terlalu di campuri. Mungkin, anda sebagai atasan akan dengan mudah mengatakan “ya, sebaiknya karyawan bersikap professional.. bisa memisahkan antara urusan pekerjaan, dan masalah pribadi”. Kebanyakan orang berpendapat bahwa otak dan hati tidak bisa di satukan. Pendapat ini kemudian seolah olah dapat di artikan, ketika kita sedang bekerja (menggunakan otak) maka tidak akan terpengaruh oleh permasalahan pribadi yang sedang kita alami (suasana hati). Dan ini artinya, bekerja dengan professional. Jika demikian, habis perkara, manusia seperti memiliki tombol switch On/Off untuk “menyalakan” otak saja saat bekerja, dan kembali “menyalakan” hati ketika usai bekerja. Ajaibnya, manusia tidak memiliki tombol switch itu, namun sesunggunya bisa bekerja dengan energi yang luar biasa walau sedang dirundung masalah pribadi. Bagaimana caranya? Dan dari manakah energi tersebut? jawabannya adalah dari hati.
Baiklah, mungkin kerutan di dahi anda sekarang menandakan kesan bahwa anda sudah mulai terpikat untuk meneruskan membaca. Coba anda ingat terakhir kali ketika anda sedang menghadapi situasi bingung, kecewa, marah, atau kesal terhadap sesuatu. Maka anda mungkin mondar-mandir tidak karuan, mungkin mengambil barang yang keliru, lupa terhadap sesuatu, bicara tergopoh-gopoh, koordinasi fisik tidak stabil, tersandung sesuatu, kepala mulai gatal, mungkin mengeluarkan kata-kata kasar, atau mungkin juga melakukan tindakan agresif, jantung berdegup kencang, keringat bercucuran, dan lain sebagainya. Hal ini dapat dipahami bahwa koordinasi dan arus informasi yang sedang terjadi di dalam otak sedang kacau, sehingga mengakibatkan terjadinya ketidak karuan pada kondisi fisik anda. Namun, sesaat kumudian, ketika rasa bingung dan kesal mereda, yang pertama kali anda elus-elus bukanlah kepala.. melainkan dada, di mana tempat hati berada. Kenapa? Padalah kita di tuntut untuk professional dalam bekerja (menggunakan kemampuan otak). Saya ulangi, jawabannya adalah karena enegi hati begitu besar. Nah, sudah ketemu titik terang bukan. Untuk itu, ketika anda mengetahui bahwa karyawan anda sedang menghadapi masalah, jangan sentuh otak-nya karena mungkin anda akan semakin menambah ketidak karuan dalam bekerja, melainkan sentuhlah hatinya dan rasakan energi-nya. Begitulah caranya.

Senin, 14 November 2011

Perjalanan Menuju Bromo : Bagian V


Sayang sungguh sayang. Ada saja tangantangan jahil yang merusak keindahan pemandangan alam ini. Dibeberapa tempat ada saja tumpukan sampah plastik dan kaleng. kiranya sampah itu adalah bekas para pengunjung yang bermalam atau mendirikan tenda karena ada bekas kayu bakar juga. Selain itu adapula corat coret dinding yang menerangkan nama pribadi atau kelompok dan sebagainya dengan cat semprot. Memilukan. 
Mudah menemukan warung-warung makan, aneka souvenir,
dan penyewaan jaket, terpong atau alat pemotretan
di sekitar Penanjakan

Kira-kira pukul tujuh pagi kami meninggalkan Penanjakan. Setelah memotret keindahan gunung-gunung itu pada beberapa spot. Namun sebelum itu kami sempatkat menikmati semangkok bakso dulu. Ini adalah kali ke dua aku makan bakso di bromo. Yang pertama adalah tahun 2008. Mengapa peristiwa ini penting aku ceritakan. semata-mata hanya untuk menceritakan kekonyolan kunjungan pertama ku. Bisa di bayangkan, ke Bromo hanya untuk makan bakso.Lalu setelah itu pulang? tanpamatahari terbit, tanpa melihat kawah bromo, tanpa naik kuda, hanya makan bakso. Mengagumkan.
Menuruni Penanjakan menuju lautan pasir. Masih disuguhi pemandangan yang indah. Kami sempatkan sebentar untuk berfoto. Melanjutkan perjalanan menurun mesti waspada. Jalan tidak begitu bagus. Berbatu, aspal berlubang, bahkan ada satu ruas jalan yang patah karena longsor. Langsung menuju jurang. 
Perpaduan: Sumber daya alam yang
begitu potensial, sayang jika tercemari
Di kawasan Tengger bisa dibilang semua kehidupan masih bersinergi dengan alam. Menurut data Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, kawasan ini memiliki tipe ekosistem sub-montana, montana dan sub-alphin dengan pohon-pohon yang besar dan berusia ratusan tahun. Beberapa jenis tumbuhan yang terdapat di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru antara lain jamuju (Dacrycarpus imbricatus), cemara gunung (Casuarina sp.), eidelweis (Anaphalis javanica), berbagai jenis anggrek dan jenis rumput langka (Styphelia pungieus). Terdapat sekitar 137 jenis burung, 22 jenis mamalia dan 4 jenis reptilia di taman nasional ini. Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di taman nasional ini antara lain luwak (Pardofelis marmorata), rusa (Cervus timorensis ), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), kijang (Muntiacus muntjak ), ayam hutan merah (Gallus gallus), macan tutul (Panthera pardus ), ajag (Cuon alpinus ); dan berbagai jenis burung seperti alap-alap, burung (Accipiter virgatus ), rangkong (Buceros rhinoceros silvestris), elang ular bido (Spilornis cheela bido), srigunting hitam (Dicrurus macrocercus), elang bondol (Haliastur indus), dan belibis yang hidup di Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo. 
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru juga merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa laut pasir seluas 5.250 hektar, yang berada pada ketinggian± 2.100 meter dari permukaan laut. 
Berkuda: Selain mobil mobil-mobil

dengan 4WD, berkuda juga merupakan 
salah satu sarana transportasi favorit
di Tengger
Dalam perjalan kami juga menemukan salah satu dari hewan langka ini. "Wah, elang be !" kata ku "mana ki?" "wah elang jawa" tambah Babe, sapaan akrab Dhipta. "Eagle ! besar ya be, ayo difoto Be" dan kami bergegas mengambil lensa tele dari dalam tas. setelah terpasang langsung kami arahkan kamera pada sudut yang tadi kami lihat. tapi. "mana ya be?" "terbang kali ya" "ilang ya ki?" celetuk babe. "eh itu dia be, turun ke dahan yang dibawahnya, tapi..." "kayaknya..." "monyet...!" seru dhipta. "ketek (jawa: monyet) be, udu eagle ! huahahahahahaha" Selain mengbadikan keindahan alam Tengger dengan kamera, sedari awal kami juga mangabadikan momen perjalanan kami dengan camera video. Sesampainya dilautan pasir kembali kami berhenti untuk mengambil rekaman gambar. Sebelum memulai perjalanan kembali, tiba tiba dhipta teringat sebuah kekhilafan. Dhipta yang menjadi juru kamera merasa ada yang kurang. Dhipta kehilangan sebuah converter lensa wide Karena medan yang sulit, maka kami putuskan untuk meneruskan perjalanan. Kami melewati lautan pasir. 
Kali pertama bagiku. Melintasi padang pasir dengan sepeda motor. Mengasikkan. Dhipta sempat terjatuh. Pasir agaknya tak cocok untuk ban jalan raya. lens-nya yang biasa bersanding dengan camera videonya. Setelah beberapa saat teringat ternyata barang tersebut terjatuh saat kami melihat monyet tadi. sungguh terlalu. Karena medan yang sulit, maka kami putuskan untuk meneruskan perjalanan. Kami melewati lautan pasir. Kali pertama bagiku. Melintasi padang pasir dengan sepeda motor. Mengasikkan. Dhipta sempat terjatuh. Pasir agaknya tak cocok untuk ban jalan raya. Belum lagi ditambah dengan muatan pada motor Dhipta. Box kiri kanan dan tengah. Motor kami pacu lambat. Beberapa kilo kemudian kami tiba di sebuah pura, di kaki gunung Bromo. Banyak wisatawan disana yang datang dengan beragam kendaraan. Kebanyakan Hardtop. Pukul setengah sembilan saat kami tiba. Memarkir kendaraan, dan segera berlalu untuk naik ke Bromo. 
Siap mengantar hingga tujuan: Tak ada salanya anda mencoba jasa kuda-kuda ini tentu akan mendapatkan rasa pendakian yang berbeda
Seorang tourist guide menawarkan jasa untuk mengantarkan kami ke sebuah daerah tempat pemotretan yang bagus. Padang sabana katanya. Tawaran yang menarik dan. Bukan bermaksud menolak. Kami memutuskan untuk naik ke Bromo dulu. Menurut seorang teman yang baru saja kami kenal di Tengger, Amitaba namanya. untuk naik ke Bromo dibutuhkan waktu hanya 50 menit hingga satu jam saja dengan berjalan kaki. Jika naik kuda pasti jauh lebih cepat. Dan tidak begitu lelah tentunya. Namun harus siap merogoh saku Rp 100.000 untuk rute pulang-pergi. Setelah menapaki 250 anak tangga akhirnya kami tiba di bibir kawah gunung Bromo. 
Rute: Inilah rute yang harus di lalui oleh
para pendaki. Jika membawa kendaraan
maka harus di parkir di depan Pura, dan
seterusnya dilanjutkan dengan berjalan
kaki atau naik kuda
Asap belerang segera mencuat. Merasuk hingga kedalam penciuman. Memang tak sekuat pekat asap belerang di kawah Ijen. tapi cukup membuat dada sesak. Hanya ada asap. Tak tampak dasar kawah. Beruntung sesaat setelah itu angin berhembus. Memuaikan asap belerang dari sekitar kawah. Dan tampaklah dasarnya, sehingga kami dapat mengabadikan pemandangan
Kawah gunung Bromo: Garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. Pada kawah ini juga Masyarakat suku Tengger melemparkan sesaji yang berupa hasil bumi pada upacara Yadnya Kasada
pemandangan disar kawah. Lelah telah pergi, gambarpun telah kami dapati. Kami menyusur turun. Kemudian beristirahat lagi didekat kami memarkir kendaraan. Menikmati bromo dari kejauhan, secangkir kopi jadi teman. Hangat-hangat Pop Mie yang lalu dihidangkan. Sambil ngobrol, aku dan Dhipta selanjutnya mengatur rencana perjalanan.






Losari : Kebun Kopi yang Tersembunyi


Siang itu langit kelabu. Kabut menggantung, tertiup angin lembah, mengarak tak tentu. Aku menepis gerimis yang menerpa tubuhku tak habis-habis, hingga aku bergegas masuk menuju ruang respsionis. Mata segar memandang hamparan hijau tebentang, harum bunga tambah menyegarkan pikiran dan suasana. Tumbuhan kopi di mana-mana. Diselingi Kelapa, perdu, dan bunga-bunga. Disinilah aku berada. di kebun kopi losari, Ambarawa.
Telah lama aku tahu tentang Losari, baru kali ini aku menginjakkan kaki. Memang tak berlebihan jika majalah yang dulu ku baca, mengagumi asri dan indahnya pemandangan di kebun kopi Losari. Mungkin tidak banyak yang tahu tentang kebun kopi ini, letaknya disembunyikan oleh rimbunnya hutan. Jika ditempuh dari Jogjakarta, maka rute terdekat yang bisa ditempuh adalah melalui Magelang. Setelah itu, mengikuti jalur ke Semarang sekitar 20 km. Setelah itu silakan lihat petunjuk atau tanyakan pada tukang ojek. Alasannya karena para tukang ojek biasa mengantar tamu kesana.
Di lahan seluas kurang lebih 22 ha ini berdiri vila-vila dengan gaya klasik dan resort dengan segala fasilitasnya. Dari dataran 800 mdpl ini juga kita dapat menyaksikan keanggunan gunung-gunung yang menawan seperti gunung Merbabu, Merapi, Andong, Sumbing, dan Sindoro. Selain dapat menikmati keindahan alamnya,
disajikan pula menu makanan dan minuman tradisonal maupun a la barat. Seperti menu kopi khas Losari yang waktu itu aku coba, sungguh nikmat. menu ini dibanderol harga 45.000.
Ada satu kegiatan favorit yang disediakan di kebun kopi Losari, yaitu coffee tour. Kegiatan ini memfasilitasi pengunjung untuk berjalan-jalan menikmati rimbunnya kebun kopi, menyaksikan pengolahan kopi, dan tentu saja menikmati kopinya. Kegiatan ini diadakan setiap hari pada pagi hari dengan biaya tour 150.000 untuk pengunjung domestik.
Kebun kopi yang sekarang dimiliki oleh pengusaha muda, Sadiaga Uno ini, memang layak untuk direkomendasikan. Walaupun layanan dan menunya terasa mahal, namun bisa dibilang sebanding dengan segala suasana dan rasa yang tersajikan. Kebun losari hanya sebagian kecil dari keindahan Indonesia. Pergi bersama teman atau keluarga tuntu akan semakin istimewa.

Sabtu, 11 Juni 2011

Menjadi Sahabat Curhat Si Buah Hati

Salah satu cara yang paling baik untuk membantu orang lain, adalah dengan mendengarkan dan berkomunikasi dengan mereka secara efektif. Sejumlah kemampuan dan keterampilan mendengarkan dan berkomunikasi dalam membantu orang lain disebut sebagai keterampilan dasar konseling.
Keterampilan dasar konseling dapat dipelajari untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja tidak terkecuali untuk buah hati kita.
Anak-anak terkadang lebih sulit untuk mengungkapkan pengalaman dan permasalahan yang mereka hadapi melalui kata-kata, yang lebih mudah tampak pada mereka adalah ekspresi, baik dari raut wajah gerak-gerik dan perilaku. Orang tua yang kesal dengan tingkah laku anak mungkin saja mengambil sikap untuk marah atau malah mendiamkan mereka. Hal ini tidak tepat karena mungkin saja membuat anak semakin frustasi karena anak merasa tidak ada tempat berbagi. Maka ajaklah mereka berkomunikasi
  1. Datangi mereka dan ambillah posisi sejajar dengan mereka
  2. Ungkapkan apa yang kita lihat dari ekspresi mereka
  3. Tetap pandangi mereka selama mereka berbicara
  4. Bersabarlah untuk mendengarkan cerita mereka hingga selesai
  5. Sesuaikan nada suara, bila anak berbicara tergopoh-gopoh atau malah terlalu lambat
  6. Ulang cerita mereka dengan bahasa kita sendiri, agar mereka tahu kita memahami cerita
  7. Jangan buru-buru memberi solusi.
  8. Pandanglah persoalan mereka melalui sudut pandang mereka juga.
  9. Berikan sentuhan atau pelukan jika diperlukan untuk menenangkan anak
  10. Bersikap tenang, seberapapun bergejolaknya perasaan anak.
“Anak-anak tetaplah anak anak. Orang dewasa, mestinya semakin dewasa” -Renate Zorn-

Perjalanan Menuju Bromo Bagian IV



Jam 2.30 dini hari tadi kami terbangun, oleh suara alarm handphone. Masih bermalas-malasan. Baru jam tiga kami benar-benar terbangun, di bangunkan mas Yusuf. Belum terdengar hiruk
pikuk mobil 4 WD menanjak ke Penanjakan. Tosari masih beristirahat dalam damai. Walaupun telah cukup banyak berdiri rumah-rumah penduduk dan penginapan, desa dikawasan Tengger ini memang masih asri. Pelan-pelan kami mulai bersiap. Pukul 4.10 waktu subuh telah masuk, kami tak melihat mas Yusuf. Akhirnya kami putuskan untuk shalat. Se
telah shalat, mas Yusuf belum juga tampak. Aku memerlukan mengetuk ruang istirahatnya untuk memastikan. Mas Yusuf ternyata tertidur lagi. Mungkin setelah membangunkan kami. Ada rasa bersalah juga, karena membangunkan kami mas Yusuf jadi terlambat mengumandangkan adzan.
Sebelum kami bergegas ke Penanjakan, kami sempatkan berpamitan pada mas Yusuf. Mengucapkan terima kasih dan memberikan tiga cup Popmie pada mas Yusuf. Mungkin tak pantas jika di analogikan sebagai ucapan terima kasih. Setidaknya kami ingin berbagi dengan apa yang kami punya.
Meluncur ke penanjakan melalui jalan gelap selebar tiga meter, bersanding hutan kiri dan kanan, berliku dan licin setelah diguyur hujan, kami memacu kendaraan pelan. Baru berjalan sekitar 4 Km kami melintasi portal kawasan wisata Penanjakan, membayar retribusi sebesar Rp 1.000 untuk tiap sepeda motor. Setelah itu kami menanjak lagi kira-kira sepanjang 15 Km. Selama perjalan sekali-kali kami berjumpa dengan masyrakat sekitar yang berjalan kaki, mungkin akan ke ladang, kiraku. Ada pula yang bersepeda motor, tanpa lampu. sungguh hebat pikirku. Tentunya ia penduduk lokal. Karena barang tentu ia sudah hapal jalan dan medan yang ia lalui. Pukul lima kami tiba di Penanjakan, sebelum sang surya muncuat ke permukaan. Kami parkir. Tarif parkir sepeda motor adalah Rp 5.000 per motor. Cuaca sedang bersahabat. Langit cerah seusai hujan semenjak kemarin.
Ramai. Penanjakan telah ramai dipadati turis lokal maupun manca. Hardtop bersandar dimana-mana. Memadati jalan kecil itu. Belum lagi sepeda motor. "seperti pasar malam" komentar dhipta.
Perkiraanku, tak kurang dari 300 orang yang memadati lokasi itu, Penanjakan, untuk menyaksikan matahari terbit. Ya, Peristiwa inilah yang tentunya dinantikan setiap pengunjung Penanjakan. Bukan sekedar melihat matahari terbit, namun lebih-lebih poin utamanya adalah ketika matahari terbit menerpa tiga gunung. Bromo, Batok, dan Semeru.
Untuk menikmati peristiwa alam yang indah ini para pengunjung dapat memanfaatkan semacam balkon yang telah disediakan. Balkon ini kira-kira tak lebih besar dari lapangan basket. Ya, seperti perkiraanku, tak kurang ada 300 orang yang berada di balkon itu. Suasana takjub.Bagi kamu yang menyenangi fotografi, sebenarnya ada beberapa spot menarik yang bisa di eksplorasi. Terutama jika malas beradu dengan ramainya pengunjung. Pertama, kiranya kamu perlu turun kesamping kanan balkon. Di dekat Antena Rally milik Kodam Brawijaya. Bisa terus turun hingga pinggir tebing. yang pasti viewnya tak kalah bagus, dan tak perlu berdesak-desakan. Kedua, Tak perlu sampai ke Penanjakan.
Kira-kira 2 Km sebelum Penanjakan ada dataran tinggi yang bisa di naiki. Viewnya cukup baik juga. Walaupun kami tak melakoninya, Sayang sekali.
Perpaduan peristiwa alam itu semakin memeseona, ketika Bromo dan Semeru menyemburkan abu vulkaniknya. Dan semua mengaguminya. Indonesia.


Kamis, 16 Desember 2010

Tontonan langka



Warga masyarakat yang melintas di jembatan kali Boyong, Donoharjo, Sleman mendapat tontonan langka, yaitu lima buah escavator yang sedang bekerja memindahkan pasir hasil erupsi merapi yang telah menyebabkan pendangkalan sungai, Kamis (16/12). Beberapa sungai aliran gunung Merapi lainnya juga mengalami hal yang sama.

Sabtu, 11 Desember 2010

Pengukur level air

Seorang petugas dari UGM sedang memasang alat pengukur level air, sabtu (11/12), di bawah jembatan Rejodani, Sleman. Alat ini dipasang untuk memantau tingkat level air sekaligus aliran lahar dingin Merapi

Rabu, 08 Desember 2010

Lahar turun gunung

Seorang warga yang melintas di jembatan kali Boyong dusun Balong, Donoharjo, Sleman, Berhenti melihat derasnya aliran air sungai yang bercampur dengan lahar dingin hasil letusan gunung merapi beberapa waktu lalu. Hujan yang mengguyur sejak siang hingga sore tadi bahkan sempat membuat jembatan ini terendam air. Foto diambil Rabu (8/12)

Senin, 06 Desember 2010

Perjalanan Menuju Bromo Bagian III

Ada baiknya bertanya sebelum membeli, maklum ditempat wisata apa saja bisa terjadi, terutama mengenai harga. Entah itu makan atau tempat menginap. Apalagi seperti kami, yang notabenenya liburan dengan doku pas-pasan. Jangan ragu untuk tawar-menawar jika merasa harga yang disuguhkan melebihi perkiraan atau budget yang di alokasikan. Pilihan yang cermat akan menetukan pengeluaran selama liburan. Seperti di Tosari satu porsi makan rata-rata dipatok harga Rp 10.000, dan untuk penginapan rata-rata rp 100.000-rp 150.000. Mungkin untuk makan sulit untuk tawar-menawar, namun untuk penginapan masih bisa diturunkan. Bagi kami harga harga penginapan yang segitupun masih terlalu mahal.
Masih sebelas jam lagi menanti matahari terbit, kami masih diwarung makan, sepatuku masih basah, dan kakiku masih berbalut plastik, suhu saat itu sekitar 20 derajat celcius, kabut mulai tebal. Usai makan tadi kami bergegas menuju masjid untuk malaksanakan shalat magrib. Masjid itu milik Yayasan Pancasila, sebuah masjid yang digawangi mantan presiden Indonesia, almarhum Soeharto. Aku rasa diseluruh Indonesia desain masjid ini sama saja, walaupun namanya berbeda-beda. Berbentuk persegi, dengan tiga undakan atap, dan didalamnya pasti ada prasasti dengan bubuhan tanda tangan presiden RI ke-2 itu.
Diluar pekarangan masjid ada dua ruangan tambahan, yang satu merupakan ruang Taman Pendidikan Alquran (tpa), dan yang satunya ruang istirahat penjaga masjid. Sepertinya didalam sana hangat, pikirku.
Sementara Dhipta berkemas, aku mendahulukan shalat. Baru saja usai shalat dhipta datang menghapiriku dengan wajah cemas. Sebuah kelalaian kecil terjadi, Dhipta lupa mengancingkan tas, ketika diangkat handicam terpental ke lantai dan menggelinding kira-kira sejauh tiga meter. Alhasil ada bagian yang sompel. Dan yang lebih parah lagi, handicam itu adalah pinjaman, makin memperparah lagi, bukan saja pinjaman, tapi handicam itu adalah barang gadaian. Jadi kesimpulannya Dhipta adalah orang yang memakai handicam gadaian. Cukup menjadi bahan pemikiran.
Kita tinggalkan sejenak masalah handicam. Selesai shalat isya, aku menghampiri ta'mir masjid. Meminta ijin untuk beristirahat diselasar masjid menunggu subuh tiba. Sontak penjaga masjid mengatakan jangan. Aku hampir kecewa sebelum sang takmir masjid melanjutkan pembicaraannya. Mas Yusuf, setelah itu aku tahu namanya, menyarankan kami agar menggunakan ruangan tpa itu.
Kami agak sungkan, mulanya. Namun mas Yusuf tak tega membiarkan kami beristirahat di selasar masjid, karena udara akan dingin. Dan dengan rasa syukur dan berterimakasih kami tidak menolaknya. Kami akhirnya menempati ruangan hangat itu. Benar saja setelah itu suhu turun mencapai 13 derajat celcius.
Sebelum kami tidur mamang ada beberapa pemuda yang menggunakan ruangan itu untuk berlatih banjaran. Banjaran adalah seni musik dengan memainkan rebana, melantunkan sholawat dan atau pujian kepada sang maha pencipta. Terang saja, rupanya sebentar lagi maulud nabi Muhammad SAW. Akan ada acara kecil nantinya, dan para remaja mesjid itu yang mengiringi hiburan musiknya. Sementara para pemuda itu berlatih kami menikmati malam dari ketinggian sekitar 2000 m dpl, sayang lagit tak cerah. Hanya kabut dan kerlap kerlip lampu rumah warga. Itupun tak membuat kami bosan. Setelah mereka usai, kami pun tak menyia-nyiakan waktu istirahat yang tersisa. Segera menuju peraduan dengan meninggalkan harapan esok tiba dengan langit cerah memesona. Sepatuku belum kering juga.

Sabtu, 04 Desember 2010

"KOMPAK" Tanggap Bencana

Kiki-Kingkong, Kali Code. Sabtu (4/12)
Hari mulai gelap. Hampir setiap sudut langit kelabu. Hujan rintik. Adzan magrib sebentar lagi berkumandang. Mardoyo. Beliau adalah komandan Rescue KOMPAK (Komunitas Pinggiran Kali Code). Ditengah kesibukannya beliau menyambut kedatangan Kiki-Kingkong. Dibawah komando beliau lebih dari 80 relawan membangun posko tanggap darurat untuk bahaya lahar dingin merapi. “ini adalah kegiatan swadaya masyarakat, segala kebutuhan posko didapat dari bantuan masyarakat sekitar.” Tutur beliau. Posko di Blunyah Gede ini adalah Posko utama yang mencakup wilayah Gemawang, Sendowo, dan Ketinden. Semuanya berada di bantaran kali Code, kelurahan Sinduadi, kecamatan Mlati. Dua pos lainnya tersebar diantara ketiga
wilayah itu.
Posko yang mulai ada sejak tanggal senin (29/11) ini memiliki dua kegiatan utama. Yaitu kegiatan patroli, yang terdiri dari patroli jaga dan patroli kali saat malam hari dimana setiap malamnya ada kurang lebih 10-15 orang yang berjaga di setiap posko, dan kegiatan bersih kali. “kebanyakan potongan kayu, kami membersihkannya. Jika kalinya bersih, maka aliran air akan lancar dan terhindar dari luapan banjir lahar” ungkap Mardoyo. Mardoyo bercerita, sejak kejadian hari senin itu banyak warga yang takut. “banjir lahar menghantam pembatas kali hingga jebol, kami mencoba menutupnya dengan karung yang berisi pasir. Malam itu air masuk kedalam rumah hingga kedalaman satu meter”. Belum ada kepastian hingga kapan posko ini akan berdiri, tapi warga terus siaga. “nanti jika keadaan disini sudah tenang maka para relawan akan saya alihkan ke atas (merapi-red)”. Menurut Mardoyo tahun 1968 air pernah meluap hingga membanjiri kawasan sekitar kali Code. Penulusuran Kiki-Kingkong di laman Wikipedia gunung Merapi memang pernah meletus sekitar tahun itu, tepatnya tahun 1969 yaitu letusan gas. Namun Kiki-Kingkong tidak menemukan informasi tentang dampak dari letusan pada tahun tersebut. Masih dari rilis halaman Wikipedia, catatan Geologi modern mencatat letusan terbesar gunung Merapi terjadi pada tahun 1872 dengan tingkat letusan 3-4 VEI (Volcano Explosive Index). Letusan terbaru, 2010, diperkirakan juga memiliki kekuatan yang mendekati atau sama. Letusan tahun 1930, yang menghancurkan tiga belas desa dan menewaskan 1400 orang, merupakan letusan dengan catatan korban terbesar hingga sekarang.
Rintik hujan masih turun, Adzan magrib usai berkumandang. “disini aman, logistik dan kebutuhan relawan bisa diusahakan dari masyarakat, saat ini kami membutuhkan tikar dan tenda”. Pungkas Mardoyo.

Kamis, 18 Februari 2010

Perjalanan Menuju Bromo Bagian II


Jumat, 12/2/10

Rasanya segala perlengkepan yang aku butuhkan sudah siap, begitupula dhipta. Yang pasti makanan, pakaian, dan kamera dengan segala perlengkapannya. Langit cerah, jalan berkelok melintasi perbukitan

menawan sepanjang 41 Km mengiri perjalan kami antara Ponorogo hingga Trenggalek. 31 Km kemudian kami tiba di Tulungagung, lalu beristirahat di alun-alun. Kira-kira setengah jam kami beristirahat, jam

sepuluh kami melanjutkan perjalanan. Selanjutnya kami menuju malang. Sudah pukul duabelas kami belum juga tiba di malang. Kami memerlukan berhenti untuk melaksanakan shalat jumat. Setelah shalat jumat

kami akan makan siang di malang. Kami mampir disebuah mesjid di daerah Kepanjen. Tak ada yang berbeda, ritual shalat jumat seperti biasanya. Didahulukan oleh khutbah, lalu shalat dua rakaat berjamaah.

Hingga usai shalat ada seorang bapak bapak yang tiba-tiba menawarkan kami untuk mampir kerumahnya. Setelah itu aku ketahui namanya Kolis. Pak Kolis tidak hanya sekedar menawarkan untuk mampir, tapi

juga untuk makan. Sempat terbersit didalam pikiranku, mungkinkah bapak ini salah orang. Akhirnya kami pun menerima tawaran bapak tersebut. Semakin heran lagi karena dirumah ternyata orang-orang telah

ramai. Kali ini aku berfikir, mungkin sedang diadakan sebuah hajatan. Tak banyak bertanya, aku dan dhipta pun segera mengambil nasi dan lauk pauknya, Dengan tetap elegan dan berwibawa, pelan tapi pasti nasi

dan lauk pauknya kami ambil sedikit demi sedikit dan akhirnya menjadi bukit. Memang urusan yang satu ini, urusan perut, tidak dapat tawar-menawar. Kami pun berbaur dengan warga lainnya dan terjadilah

pembicara, maka terbukalah semua kebingunganku. begini, kegiatan makan bersama ini merupakan kegiatan yang sudah ada sejak lama. Pak Kolis dan keluarga hanya meneruskan kegiatan yang sudah menjadi

kebiasaan secara turun temurun. Bukan karena alasan hajatan. Menjamu makan para jamaah, atau siapa dengan sukarela dengan tanpa alih-alih, seusai shalat jumat. Bagiku hal ini unik, apalagi di indonesia yang

sekarang ini. Bukan terletak pada lauk pauk yang disuguhkan, tapi kebersamaan yang diutamakan. Pak kolis juga merasakan manfaatnya. Dengan kegiatan semacam ini, maka terciptalah suasana silaturahmi dan

kekerabatan yang harmonis. Disela-sela menikmati makanan, warga dapat membicarakan apa saja. Siapa saja boleh menanggapi, bahkan memberikan solusi. Kami pun bercerita tentang maksud perjalan kami.

Dan nyata, pak kolis memberikan masukan dan saran mengenai rute yang sebaiknya kami tempuh. Perut telah terisi, tenaga telah kembali. Perjalanpun kami lanjutkan. Tak lupa kami mengucapkan banyak terima

kasih. Mampirlah kembali jika lewat desa kami lagi, dan hati hati dalam perjalanan, pesan pak Kolis terakhir.
Belum seberapa jauh kami meninggalkan Kepanjen, hujan mulai menyapa. Laju kendaraan kami kurangkan. Lambat-lambat akhirnya kami tiba di Malang. Membelah kota Malang yang padat, setelah 3 Km melewati

Lawang, belok kanan kami menuju Nongkojajar. Hujan deras menyertai kami pada rute berkelok dan terus menanjak hingga Nongkojajar. Berhenti sebentar untuk istirahat dan melaksanakan shalat ashar, motor

Dhipta sempat tumbang dikarenakan tak kuatnya dhipta menahan berat kendaraan pada lahan parkir yang miring. Dibantu dua orang penduduk sekitar kami mendirikan kembali Scorpio Dhipta. Tak pelak, dua tas

disamping kiri dan kanan serta satu box touring ukuran besar menempel pada motor dhipta sehingga menambah beban berat tunggangannya.
Sepatuku basah, rasanya ada genangan air didalam kakiku. Atas saran Dhipta, aku melapisi kakiku dengan kantong plastik sebelum mengenakan sepatuku lagi. Tidak begitu buruk, setidaknya lebih baik dari pada

mengenakan genangan air.
kiri-kanan tebing, jalan aspal selebar 3 meter licin karena diguyur hujan, berlika-liku, menanjak-menurun, dan kabut mulai turun saat kami melintasi Tengger. Lembah, kebun sayur, pohon cemara dan tanaman

dataran tinggi lainnya yang tidak aku ketahui namanya, menurut kepercayaanku segala jenis tanaman atau hewan yang tidak aku ketahui namanya yang berada didataran tinggi aku tambahi dengan embel-embel

"dataran tinggi", mengiringi perjalan kami sampai desa Tosari pukul 18.00. Sesaat kemuadian adzan magrib bersautan. Kembali perut kami mulai memanggil. Suhu dingin juga memaksa kami harus tetap menjaga

tubuh agar tetap berenergi. Kami pun makan. Dan sepatuku belum kering lagi.