Minggu, 13 September 2009

Dieng Trip (2) Habis


Meralat cerita sebelumnya, yang kebelet B.A.B adalah Bob. hehehehehe. aku baru inget, itu adalah penyakit Bob yang paling utama di pagi hari.
Menurut informasi, jika ingin ke telaga Warna bagusnya pagi. sekitar jam delapan hingga tengah hari. Warna air danau akan terlihat bedanya ketika diterpa sinar matahari.
Jam 04.30 kira-kira kami dibangunkan. Rasanya malas sekali, udara dingin membuatku enggan meninggalkan nyamannya selimut. Tapi rasanya tak boleh begini, liburan tak boleh hanya tiduran. Perlahan aku bangkit dan membiasakan suhu luar dengan suhu badan.
Gerakan-gerakan senam kecil aku lakukan, agar darah mengalir segar dan energi memancar. Siap punya siap, akhirnya kami benar benar siap jam setengah enam. sudah termasuk ritual Bob di pagi hari, hehehe. Dan kami segera meluncur ke bukit Sikunir.
25 menit kemudian kami sampai di tempat tujuan, namun bukan semata mata bisa langsung melihat matahari terbit. Kami harus treking dengan derajat ketinggian 40-60 derajat kira-kira ditempuh 20-30 ,menit.
Ketika kami treking, ternyata orang lain udah pada turun. Telak jika ritual menikmati Sunrise telah usai hahahaha. Tapi tak mengapa, ibarat pepatah, tak ada rotan akar pun jadi, kami tetap melanjutkan
pendakian, dan Viola ! kami sampai dan sang surya telah terang benderang melewati cakrawala hahahaha. Luar biasa, walaupun demikian kami tak menyayangkan, karena pemandangan tetap indah untuk di
saksikan.
Hamparan langit biru, kabut perlahan turun mencair bertemu daun daun. keindahan Dieng makin menjadi terlihat dari tempat yang semakin tinggi. Lagi, kami menyaksikan keindahan ciptaan ilahi.
Puas menikmatinya kami pun turun perlahan. Dalam perjalanan, sekali lagi kami menyaksikan sebuah keindahan dataran tinggi yang tak terbantahkan, Danau Cebong. Ya, begitulah namanya.
Danau Cebong Terletak di kaki bukit Sikunir, kami memang tak sempat mendekat, hanya mengabadikan beberapa gambar sebagai latarnya, dan kami melanjutkan perjalanan. Sesuai rekomendasi, rute berikutnya adalah objek utama wisata dataran tinggi dieng, walaupun menurutku tak ada yang lebih utama, karena kesemua tempat wisata di dieng adalah utama dan wajib di kunjungi. Adalah Telaga Warna, air yang memiliki beberapa macam warna dalam satu warna sekaligus. Mantabkan. Biru, hijau, putih, merah.. begitulah kira kira
Cukup lama kami menghabiskan waktu di telaga warna, bersantai menikmati suasana. Sebenarnya telaga di Telaga warna ada rute yang mana jika kita mengikutinya maka kita akan mengitarinya, namun karena kesepakatan bersama maka kami urungkan, mungkin kunjungan berikutnya.. semoga hehehehe.Hari menjelang siang, jadwalnya hari ini kami pulang, karena besok akan melanjutkan rutinitas kesibukan.. Kembali ke penginapan A.K.A losmen Bu Jono, kami mengemasi barang bawaan. Bungkus indomi dan minuman sachetan berserakan, ulah kami, kamar jadi berantakan hahahaha. maklum, semua yang ada kami manksimalkan demi penghematan hehehehe..
Setelah makan, kami pun meninggalkan Dieng dengan kesan memuaskan. Masih terfikirkan olehku apakah suatu saat Dieng dilirik militer untuk dijadikan Pangkalan Militer..? semoga jangan, sayang sekali jika alam yang begitu menakjubkan harus tunduk dibawah kekuasaan militer.
Saat pulang kami melewati rute yang sedikit berbeda. Dari Wonosobo kami tak melewati temanggung tapi lewat jalur alternatif yang mana nantinya menuju borobodur.. lumayan, memangkas waktu kira kira satu jam perjalanan.
Hhhaaaahh... terbayar sudah penat dan lelah kami dengan liburan yang tak terlupakan.. sampai ketemu di perjalanan lainnya..
Salam rindu kawan: Kiki, Bob, Diko, dan Topan... sukses selalu guys... :)

0 komentar:

Posting Komentar